Sejarah Desa Ketenger

SEJARAH DESA KETENGER

 

             Sejarah terbentuknya desa Ketenger memiliki beberapa versi, salah satu versi Desa Ketenger yaitu yang berkaitan dengan Eyang Kertadipa . Kata Ketenger memiliki arti secara harfiah adalah tanda yang di ambil dari bahasa Jawa. Konon ceritanya menurut Pak Catur , Kepala Dusun RW 3 Desa Ketenger cikal bakal adanya Desa di Kecamatan Banyumas adalah Desa Ketenger. Dahulu Desa Ketenger didirikan oleh seorang pengembara asal Kraton Surakarta bernama Eyang Kertadipa. Eyang Kertadipa merupakan keturunan dari Raden Kraton Surakarta, ia merupakan salah seorang dari lima bersaudara yang mengembara dari Kraton Surakarta , dua orang saudaranya mengembara ke Semarang, satu orang ke Solo, satu orangnya  ke Tegal dan yang terakhir adalah Eyang Kertadipa sendiri yang mengembara ke Banyumas, tepatnya saat ini adalah Kecamatan Barturraden. Eyang Kertadipa sering disebut dengan Eyang Kawitan, karena ia yang mewiwiti  Desa Ketenger hingga mempunyai seorang Kepala Dusun di sana.

             Dahulu pun ada dua orang yang mendirikan padepokan di Desa Ketenger, pelopornya yaitu Eyang Renti dan dilakukan pula oleh Eyang Kenta untuk membuat padepokan. Daerah padepokan itu saat ini menjadi wilayah RW 3 Desa Ketenger, mereka pula yang bersama memperluas wilayah Desa Ketenger. Karena kegigihan Eyang Renti maka Eyang Renti menjadi Kepala Dusun pertama di Desa Ketenger, pada masa desa dikepalai oleh Eyang Kertadipa. Dari sana, setiap pemilihan Kepala Desa, terjadi secara turun temurun kepada keluarga atau masih saudara dari Kepala Desa sebelumnya.

            Beberapa sejarah menyebutkan seorang bernama Suwoyo yang merupakan kolonia Belanda merupakan kompeni yang ditunjuk pemerintah Banyumas untuk menjadi Kepala Desa Ketenger. Selanjutnya, dilakukan pemilihan secara demokrasi yang pertama kali terpilih bernama Girwan. Pemilihan berikutnya dimenangkan oleh Wiryo Atmodjo yang konon katanya, ia memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat baik, sehingga memajukan Desa Ketenger. Selanjutnya, kepemimpinan Wiryo Atmodjo digantikan oleh Sumarsono yang menjabat tiga tahun di Desa Ketenger, ia pun terpilih secara demokrasi. Setelah tiga tahun menjabat digantikan oleh Aji Mukhayat yang di tahun ketiga ia menjabat, ternyata ia meninggal dunia. Pemilihan pun dilakukan kembali dan akhirnya Sarno yang menjabat menjadi Kepala Desa Ketenger hingga 14 tahun, dengan dua kali periode kepemimpinan. Menurut Sarsono ia lah yang ada dibalik terbentuknya dan turut serta dalam pembentukan Desa Wisata Ketenger yang dideklarasikan pada 28 Oktober 1999. Sarsono menjabat hingga pertengahan tahun 2013 dan saat ini dilanjutkan oleh istrinya untuk melanjutkan beberapa program untuk Desa Wisata Ketenger.

Sumber : Adlia Nindya Ghassani